4 Rahasia Kemenangan Rosulullah atas Perang Badar

4 Rahasia Kemenangan Rosulullah atas Perang Badar

Perang Badar adalah salah satu dari 7 perang besar yang diperjuangkan Rosulullah. Perang ini tidak bisa diremehkan karena waktu itu jumlah tentara Rosulullah hanya sekitar 313 (itupun terdiri dari orang- orang biasa yang statusnya bukan prajurit dan hanya membawa 2 ekor kuda serta 70 unta), sedangkan musuh yang dihadapi adalah Abu Sofyan dengan 1000 pasukan Quraisy dari Mekkah yang jumlahnya sekitar 1000 orang. Bahkan secara teknis, hampir mustahil jika pasukan Islam ternyata bisa memenangkan perang tesebut, karena perbandingan jumlah pasukan yang signifikan. Namun karena keajaiban dan pertolongan dari Allah, pasukan islam bisa memenangkan pertempuran ini.

Ada 5 Rahasia dan Strategi Rosulullah atas Perang Badar.

1. Pemilihan Lokasi yang Sempit di Lembah Badar oleh Rosulullah

Kota Badar terletak 130 km barat daya dari Kota Madinah. Rosulullah sudah memperhitungkan lokasi tersebut, karena di Badar terdapat lembah sempit yang cukup panjang, sehingga pasukan musuh yang jumlahnya banyak tidak akan bisa mengepung Pasukan islam.

2. Faktor Semangat Membela Orang- orang Lemah

Sebelum berperang, Rosulullah berkata ke pasukannya : “Innama turhamuna wa tunshoruna wa turzaquna bi dhuafaikum” . Kalian akan ditolong oleh Allah, dianugerahi kemenangan, dan rizki, jika Kalian berperang semata- mata untuk membela kaum lemah (dlu’afa) di kampung- kampung  kalian.

3. Mendapatkan Bantuan Malaikat atas Izin Allah

Pertempuran yang sengit dan tidak seimbang membuat Pasukan Islam terdesak, lalu Rosulullah berdoa dan Allah pun mengirimkan bala bantuannya sesuai Q.S Al Anfaal : 9. (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut

4. Bertawakal Penuh atas Apapun yang Terjadi

Rosulullah benar- benar bertawakal (mewakilkan) penuh atas apapun yang terjadi. Bahkan beliau mengatakan :in lam takun ‘alayya ghodlobun falaa ubali (Asalkan Engkau, wahai Tuhan, tidak marah kepadaku – maka kuterima apa saja nasibku di dunia: bahagia atau derita, dijunjung atau dibanting, nyaman atau sengsara, hidup atau mati, ada atau tiada. Aku ga masalah).

Allah pun iba dan memberi Kemenangan Pasukan Islam dalam perang tersebut.

 

Kesimpulannya agar Kita bisa memenangkan medan pertempuran apapun di dunia ini (baik perang fisik, teknologi, dll). Kita harus menciptakan sistem dan managemen yang kuat atas diri Kita sendiri (seperti halnya saat Rosulullah memilih lokasi perang di Kota Badar). Selalu bekerjalah dengan niat untuk menghidupi dan membahagikan orang- orang lemah dan bertawakal penuhlah pada Allah SWT.

About Miftakhur Riza

Pembelajar masa silam, Petarung masa sekarang, Penyiap masa depan

View all posts by Miftakhur Riza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *