Menggantungkan Kebahagian di Atas Langit

Menggantungkan Kebahagian di Atas Langit

Dari zaman nabi adam, orang sudah berjuang untuk memperoleh dan memperjuangkan kebahagiannya. Bahkan Nabi Adam berjuang sekuat tenaga menyisiri isi daratan dan lautan Bumi untuk menemukan kekasihnya yang hilang (Hawa/ Eve). Itu sebabnya Nabi Adam diciptakan Allah dengan tinggi badan 28 meter dan umur 950 tahun.

Perjuangan mendapatkan kebahagian pada era berikutnya makin berkembang hingga manusia memperjuangkan 3 hal :

  1. Harta
  2. Tahta
  3. Wanita

Secara teori sumber kebahagiannya itu terletak pada wujud fisik yang sifatnya sama sekali tidak abadi.

Bahagia jika punya banyak harta, maka saat hartanya habis, kebahagian menjadi hilang.

Bahagia jika punya tahta, maka saat tahtanya lengser, kebahagian menjadi hilang.

Bahagia jika punya wanita cantik, maka saat kecantikannya mulai memudar, kebahagian menjadi hilang.

Namun jika Kita menggantungkan sumber kebahagian pada sang Maha Abadi. Apapun keadaan kita, kita tetap bahagia, karena Tuhan selalu ada bersama Kita. Pada saat itulah Tuhan akan meridhoi Kita, karena Kita sudah Ridho atas apapun yang terjadi pada Kita.

in lam takun ‘alayya ghodlobun falaa ubali

About Miftakhur Riza

Pembelajar masa silam, Petarung masa sekarang, Penyiap masa depan

View all posts by Miftakhur Riza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *