Sejarah Masuknya Islam di Pulau Jawa

Sejarah Masuknya Islam di Pulau Jawa

Pada zaman majapahit, kebanyakan orang di Nusantara (waktu itu belum bernama indonesia) memeluk agama Budha. Islam awalnya masuk pada abad 7, namun belum laku, hingga abad ke 13 hampir semua orang Jawa masuk islam.

Pada abad 7 agama islam belum begitu diterima, karena pembawanya adalah kaum sudra (golongan orang- orang dagang yang materialistik) yang berasal dari Gujarat India, sampai akhirnya di abad ke 13 islam dibawa lagi oleh kaum brahma (golongan orang- orang dagang yang menomor satukan Tuhan dalam hidupnya), hingga akhirnya lebih dipercaya banyak orang.

Beberapa Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Ampel, Sunan Kalijaga. Mereka adalah orang- orang yang tidak ada pamrih dunia, sehingga orang Jawa yakin & percaya dengan mereka, hingga hampir semua masyarakat Jawa masuk islam.

Dulu orang Jawa sudah sangat mengerti siapa orang yang harus menjadi panutan yaitu dari yang tertinggi :

  1. Orang Baik
  2. Orang Pintar
  3. Orang Kuat
  4. Orang Berkuasa
  5. Orang Kaya

Hal ini tentu sangat berbeda dengan 5 Tingkatan Orang di Zaman sekarang.

Proses penyebaran Islam di Indonesia berjalan dengan cepat karena didukung faktor-faktor berikut :

  1. Syarat masuk Islam sangat mudah karena seseorang dianggap telah masuk Islam jika ia telah mengucapkan kalimah syahadat.
  2. Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
  3. Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta, sehingga banyak kelompok masyarakat yang masuk Islam karena ingin memperoleh derajat yang sama.
  4. Aturan-aturan dalam Islam bersifat fleksibel dan tidak memaksa.
  5. Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara damai tanpa kekerasan dan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang ada.

Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.

2. Sunan Ampel (Raden Rahmat).

Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.

3. Sunan Drajad (Syarifudin)

Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.

 

4. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim).

Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.

5. Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said)

Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.

6. Sunan Giri (Raden Paku)

Menyiarkan Islam di Jawa dan luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.

7. Sunan Kudus (Jafar Sodiq)

Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.

8. Sunan Muria (Raden Umar Said)

Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.

9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).

Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.

About Miftakhur Riza

Pembelajar masa silam, Petarung masa sekarang, Penyiap masa depan

View all posts by Miftakhur Riza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *